Panen Raya Benih Padi Inpari-24, Rektor UGM: Bantu Petani Bermutu Tinggi

  • Bagikan
Rektor UGM Prof Ir Panut Mulyono Meng Deng IPU ASEAN Bersama unsur pimpinan UGM melakukan panen raya benih Padi Inpari-24 di Blok 1 Kebun Kalitirto Berbah Sleman PIAT UGM, Minggu (20/3/2022). (Foto: Wiradesa)

SLEMAN – Benih padi Inpari-24 saat ini menjadi idola para petani di Indonesia, khususnya di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Karena padi varietas unggul bersertifikat yang diinisiasi Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT) UGM, hasil panennya tinggi dan tahan hama.

Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng., IPU, ASEAN Eng bersama unsur pimpinan UGM, Minggu 20 Maret 2022, melakukan panen raya padi varietas Inpari-42 di Blok 1 Kebun Kalitirto PIAT UGM Berbah, Sleman. Padi Inpari-42 merupakan hasil rekayasa atau penangkaran peneliti UGM.

“InsyaAllah benih padi Inpari-24 yang kami panen hari ini bisa membantu petani untuk meningkatkan produksi padinya. UGM berkomitmen untuk terus mendampingi petani, agar para petani Indonesia hidup Makmur,” ujar Prof Panut Mulyono di hadapan wartawan yang hari itu diajak mancing bareng di kolam PIAT UGM.

Bagi peneliti UGM, penyediaan pangan bagi bangsa, benih memegang peranan penting karena dapat meningkatkan produksi maupun produktivitas tanaman. Pada komoditas padi, peningkatan produktivitas dapat diwujudkan dengan penggunaan benih padi unggul bersertifikat sebagai salah satu hasil inovasi dalam pertanian. Benih bersertifikat juga dipercaya meningkatkan mutu hasil karena dapat menjadi sarana pengendali hama dan penyakit tanaman.

Hingga kini, kendala yang dihadapi petani dalam penggunaan benih bersertifikat adalah ketersediaan dan aksesibilita benih. Atas dasar pertimbangan tersebut, PIAT UGM kemudian menginisiasi program pendampingan usaha penangkaran benih padi kelompok tani melalui pengabdian kepada masyarakat.

Setelah dilakukan identifikasi kesiapan kelompok, beberapa kelompok tani di antaranya Kelompok Tani Makmur di Juwiring, Klaten, Jawa Tengah, Kelompok Tani Madurejo dan Kelompok Tani Candisingo yang keduanya terletak di Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta siap menjadi sobat PIAT UGM sebagai penghasil benih unggul bermutu tinggi dengan harga terjangkau untuk masyarakat sekitarnya.

Baca Juga:  Tanam Sayuran Lebih Menguntungkan

PIAT UGM mendampingi kelompok tani tersebut agar menjadi kelompok petani mandiri yang mampu menjadi penyedia benih bagi petani di desa-desa sekitarnya dengan harga yang lebih terjangkau. Saat ini, salah satu varietas padi unggul yang menjadi idola petani di Yogyakarta dan sekitarnya adalah Inpari-42. Oleh karena itu di akhir Desember 2021, PIAT UGM melakukan penanaman padi varietas Inpari 42 Agritan GSR label putih di Blok 1  Kebun Kalitirto, dengan luas area penanaman 11.500 meter.

Padi Inpari-42  merupakan padi sawah irigasi yang dilepas oleh Badan Litbang Kementrian Pertanian di tahun 2016 dengan sifat utama memiliki anakan produktif sebanyak 18 malai/rumpun, tidak disukai burung dengan potensi hasil gabah basah sejumlah 6 ton/hektar. Meskipun rentan terhadap virus tungro varian 033 dan 073, varietas Inpari 42 Agritan GSR tahan terhadap penyakit blas daun dan tahan terhadap hama wereng batang cokelat.

Pada hari Minggu, 20 Maret 2022 kebetulan Inpari-42 yang ditanam oleh, PIAT UGM sudah siap dipanen dan panen raya benih padi varietas unggul Inpari 42 dihadiri  oleh Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng., IPU, ASEAN Eng selaku Rektor UGM; Drs. Gugup Kismono, M.B.A., Ph.D (Sekretaris Eksekutif); Prof. Dr. Mustofa, Apt., M.Kes (Direktur Penelitian); Subejo M.Sc., Ph.D (Wakil Dekan II Fakultas Pertanian); dan Dr. Rani Agustina Wulandari (Ketua Departemen Budidaya Pertanian).

“Pada panen kali ini, gabah yang dihasilkan akan diproses menjadi benih padi bersertifikat label ungu yang masih dapat digunakan untuk menghasilkan benih sebar atau ditanam langsung sebagai benih sebar. Sebagian benih yang dihasilkan akan digunakan untuk bantuan ke beberapa kelompok tani yang ada di sekitar PIAT UGM. Dengan adanya bantuan benih tersebut diharapkan dapat menekan biaya produksi sehingga pendapatannya meningkat,” ujar Dr. Taryono, M.Sc selaku Kepala PIAT UGM ketika memberi sambutan.

Baca Juga:  Sawah Jatimulyo Hasilkan Rp9,78 Miliar/Tahun

Benih merupakan salah satu hasil inovasi pertanian yang mempunyai peran penting dalam meningkatkan produksi komoditas pertanian. Dengan menghasilkan benih baik di lahan sendiri maupun lahan petani, UGM melalui PIAT ikut berperan dalam mempermudah petani untuk mendapatkan benih unggul bermutu tinggi serta membantu pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan nasional.

Benih unggul bermutu tinggi yang dihasilkan oleh PIAT UGM tersedia di beberapa toko sarana produksi pertanian yang tersebar di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya atau melalui PIAT Shop. Benih unggul bermutu tinggi PIAT UGM juga disalurkan langsung ke kelompok tani Sobat PIAT UGM. (Triya)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *