Sawah  

Petani Irigasi Selokan Kalibawang Pilih Tanam Padi Jenis IR 32

Tanaman padi IR 32 di persawahan Banjararum, Kalibawang, Sabtu (15/11/2025). (Foto: Wiradesa)

KULONPROGO – Para petani padi irigasi Selokan Kalibawang di wilayah Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta, memilih menanam padi jenis IR 32. Karena jenis padi ini dinilai batangnya kuat, umur panennya pendek, dan tingkat produktivitasnya tinggi.

Salah satu petani di Banjararum, Ngatono, menjelaskan alasan kenapa para petani di sekitar tempat tinggalnya memilih menanam padi jenis IR 32, karena produkvitasnya tinggi. Selain itu umur panennya relatif pendek.

“Umur panennya sekitar 120 hari,” ujar Ngatono, seorang petani yang juga menawarkan jasa penggilingan padi, kepada Wiradesa.co, Sabtu 15 November 2025. Penggilingan padi UD Barokah Lumintu membantu petani untuk menggilingkan padinya menjadi beras.

Area persawahan di wilayah Banjararum, termasuk lahan pertanian yang mendapat aliran air dari irigasi Selokan Kalibawang. Sehingga selama selokan itu tidak ditutup, maka pasokan air akan lancar dan tentunya panen padi bisa diprediksikan.

Menurut para petani, potensi panen padi jenis IR 32 sebanyak 8 sampai 9 ton per hektar. Umur panennya rekatif pendek dibandingkan padi jenis lain. Umur panen padi IR 32 sekitar 120 hari. “Hama tikus yang memusingkan para petani di sini. Tapi sepertinya tikus tidak suka dengan tanaman padi IR 32,” jelas Ngatono.

Berdasarkan referensi, jenis padi varietas IR 32 memiliki batang yang kuat, sehingga tahan rebah dan cocok ditanam di sawah irigasi. Dengan spesifikasi ini, maka IR 32 memang cocok ditanam di lahan persawahan yang dialiri air dari Selokan Kalibawang.

Area persawahan di wilayah Kapanewon Kalibawang, yang meliputi Kalurahan Banjarharjo, Banjaroya, Banjarasri, dan Banjararum, pengairannya dari Selokan Kalibawang. Sehingga area persawahannya bisa disebut sawah irigasi, bukan sawah tadah hujan atau lainnya.

Baca Juga:  Tanam Sayuran Lebih Menguntungkan
Seorang ibu sedang meme (menjemur) gabah hasil panen di Kriyan, Banjararum, Kalibawang. (Foto: Wiradesa)

Saat wartawan Wiradesa.co berkunjung ke Padukuhan Kriyan, Kalurahan Banjararum, 6 November 2025, tampak seorang ibu sedang menjemur padi di depan tempat penggilingan padi UD Barokah Lumintu.

Ketika ditanya gabah yang dijemur itu jenis apa. Ibu itu menjawab IR 32. “Ten mriki sing akeh IR 32 mas (di sini yang banyak IR 32 mas),” ujar Ibu Tumi yang mengaku bekerja di penggilingan padi milik keluarga Ngatono.

Dalam penggilingan tampak suami istri sedang mengoperasionalkan mesin giling padi. Mas Bandiyo memasukkan padi ke mesin giling dan istrinya, Ngatini mewadahi beras hasil penggilingan.

Usaha penggilingan padi yang dikelelola keluarga Mas Ngatono itu skala desa. Produksi berasnya sekitar 5 ton per bulan. Kebanyakan berasnya IR 32, produksi petani lokal di wilayah Banjararum dan sekitarnya. Pembelinya kebanyakan masyarakat lokal.

Pada tumpukan karung berisi beras, terdapat tulisan “075/UMK/ Kalibawang 2019. Berat 25 kg. UD Barokah Lumintu. Beras berkualitas”. Jadi jelas penggilingan padi di Kriyan Banjararum yang dikelola keluarga dengan label “Bukit Hijau” itu merupakan usaha menengah kecil, tapi menghasilkan beras berkualitas. (Ono)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *