KULONPROGO – Banjarharjo, Kalibawang, dirancang menjadi Pusat Pendidikan dan Pengembangan Jurnalisme Pangan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Karena di kalurahan ini tersedia tempat pembekalan, objek liputan, pembuatan karya, dan penayangan karya jurnalistik peduli pangan.
Untuk tempat pembekalan terdapat Joglo di dekat Balai Kalurahan Banjarharjo. Tepatnya di sisi aliran Selokan Kalibawang. Tempat yang asri dengan pemandangan sawah dan alam perdesaan ini bisa menampung sekitar 30 sampai 50 peserta. Dilengkapi dengan tiga toilet dan peralatan untuk diklat Jurnalisme Pangan.
Sedangkan objek liputannya, tidak jauh dari Joglo tempat pembekalan, terdapat kandang domba yang dikelola Kelompok Ternak Domba “Berkah Harjo” dengan 25 orang anggota. Kandang ini berisi 250 ekor domba dan di sampingnya terdapat lahan yang ditanami rumput gajah untuk pakan domba.

Selain itu juga terdapat Kebun Buah Kelengkeng yang dikelola Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) Banjarharjo bernama “Arto Sejahtera”. Luas kebunnya sekitar 5 hektar dan saat ini ditanami 1.270 pohon Kelengkeng. “Usianya sudah dua tahun dan sekarang sudah mulai berbuah,” ujar Zaenal Arifin, pendamping pemeliharaan tanaman Kelengkeng.
Tanaman buah Kelengkeng yang ditanam di lahan 50.000 meter persegi tersebut jenisnya New Kristal. Jenis Kelengkeng ini dagingnya tebal, rasanya manis, dan isinya kecil. Rencananya di kebun ini nantinya akan dijadikan destinasi wisata kebun buah Kelengkeng, Alpukat, dan Durian. Agro Eduwisata ini diharapkan menyejahterakan masyarakat Banjarharjo.
Di wilayah Kalurahan Banjarharjo juga terdapat Kawasan Sentra Produksi Perikanan (KSPP) “Mina Mitra” yang terdiri dari 10 kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan). Saat ini konsentrasinya pada budidaya ikan Lele. “Permintaan ikan lele cukup banyak, kebutuhan beberapa pedagang dalam satu tahun sekitar 156 ton, kami hanya bisa memroduksi 64 ton,” ujar Mukhamat Karir, Ketua Pokdakan “Alam Tirto” Padukuhan Duwet II.

Pada Juli 2024, KSPP “Mina Mitra” mendapatkan bantuan 82 unit kolam terpal bulat, 200.000 ekor bibit Lele, dan 686 zak pakan dari dana keistimewaan. Nilainya Rp 760.000.000 dan diharapkan mampu meningkatkan produksi ikan Lele di Banjarharjo.
Dengan adanya Joglo sebagai tempat pembekalan peserta pelatihan, kandang kebun dan kolam sebagai objek liputan jurnalisme pangan, maka Banjarharjo sangat layak dijadikan Pusat Pendidikan dan Pengembangan Jurnalisme Pangan di DIY. Jika ini terwujud, maka Banjarharjo merupakan desa yang pertama kali menjadi lokasi Pusdiklat Jurnalisme Pangan di Indonesia. (Ono)






