Keseruan Memancing Bawal di Pemancingan Kadisoka

  • Bagikan
Menggunakan umpan bakwan, Eko memperoleh tangkapan bawal. (Foto: Wiradesa)

SLEMAN – Pemancingan Kadisoka tempat yang asyik dan seru untuk mancing aneka jenis ikan. Suasana cukup santai dan nyaman, cocok buat memancing seharian di tempat ini.

Dua kolam besar berisi bermacam-macam jenis ikan. Pemancing tidak perlu khawatir jika tidak dapat ikan. Jika tidak punya pancing para pengunjung juga dapat menyewa.

Ikan hasil tangkapan dihitung kiloan. Ditimbang sesuai jenis ikan yang dibawa. Ada ikan nila, lele, gurami, patin, ikan mas, dan paling banyak bawal. Ikan bawal, primadona para pemancing karena perlawanannya kuat.

Bagi yang tak ingin pulang bawa ikan, pengunjung juga boleh untuk memancing saja tanpa membawa ikan. Memancing saja hanya dikenakan biaya Rp 10 ribu.

Pemancingan Kadisoka berada di daerah Maguwo, Purwomartani, Kalasan, Sleman. Lokasi tepatnya berada di seberang SPBU Kadisoka. Pemancingan buka setiap hari mulai pukul 08.00 – 17.30 Sehari-hari dikunjungi banyak pemancing dari Sleman, Yogyakarta, Bantul dan daeah lain.

Ikan yang berada di kolam pemancingan kebanyakan tergolong ikan-ikan besar. Jika beruntung pengunjung bisa mendapakan master sebesar 5 kg. Jika tidak sesuai target, pemancing boleh melepaskan kembali ikannya ke dalam kolam. Adapun harga ikannya jika dibawa pulang: bawal, patin (28.000/kg), lele (26.000/kg), nila (37.000/kg), gurame (36.000/kg) dan ikan mas (40.000/kg).

Umpan yang dipakai pun bermacam-macam. Ada yang pakai tahu, cacing, yuyu, potongan ikan, tergantung target ikan. Jika tidak membawa umpan pengunjung dapat membelinya di toko pemancingan. Salah seorang pengunjung Thomas memancing menggunakan umpan yuyu. Ia menarget ikan bawal dan mas. “Kalau pake yuyu bisa dapat ikan mas. Di sini ikan masnya gede-gede” jelasnya pada wiradesa.co Minggu 11 Juni 2023.

Terbukti ia sempat dapat ikan mas dengan perkiraan berat hampir 2 kg namun sayangnya lepas saat hendak ia angkat ke hamparan. Thomas memancing bersama Lisa (Istrinya). Tak hanya Thomas, Lisa juga terus mendapat ikan. Dari caranya memancing tampak ia sudah terbiasa menghadapi ikan. Hari itu mereka berdua mendapatkan banyak ikan bawal. Ia juga mengaku pernah mendapat ikan bawal dengan berat 3 kiloan.

Baca Juga:  Peduli Populasi Ikan Lokal, Suryanto Raih Kalpataru Tingkat DIY

Uniknya, terdapat pemancing yang memakai bakwan sebagai umpan di mata kail. Eko namanya ia justru mendapat ikan bawal berukuran besar-besar. Beberapa kali senarnya putus akibat tarikan ikan besar. “Padahal saya baru ganti senar ini tapi masih nggak kuat ternyata,” ujar Eko.

Sebelum dibawa pulang, ikan yang didapat ditimbang dahulu. Bila tak mau repot mengolah di rumah, pemancing juga bisa meminta petugas untuk mengolahkan ikannya setelah ditimbang. Para pemancing juga dapat memasak ikannya dengan tambahan biaya untuk kemudian disantap bersama keluarga atau teman di warung pemancingan. (Yuniar Avicenna)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *