Sang Pemburu Serut

  • Bagikan
Foto: Wiradesa

KLATEN – Di kalangan penghobi tanaman hias, bonsai pohon Serut atau yang dalam bahasa Inggris disebut Seamese Rough Bush, Sandpaper tree atau Tootbrush tree ini, tentu sangat familiar. Tanaman yang termasuk dalam familia Moracea ini menjadi favorit sebagai bahan bonsai. Sayang sekali tanaman jenis asli Indonesia ini, sudah sangat langka sejak dua tahun terakhir ini.

Karena sifat batang dan daunnya yang sangat khas dan sangat bagus untuk dibuat bonsai, maka tak heran pohon yang daunnya kasar seperti amplas ini, banyak di buru para maniak bonsai. Serut liar benar-benar sulit ditemukan di alam bebas saat ini. Namun ternyata bagi Subagyo, 45th, warga Desa Mendak, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten ini, justru menjadi peluang usaha.

Bagaimana tidak, pria yang hobi berkebun ini sejak dua tahun terakhir banyak mengoleksi tanaman-tanaman bahan untuk di membuat bonsai. Mulai dari Asem Jawa, berbagai macam beringin dan termasuk Serut. Pria sederhana berkacamata baca ini, awalnya berkebun dan memelihara bonsai hanya sekedar untuk hobi, karena melihat peluang kekosongan bahan bonsai, akhirnya menerjunkan diri sebagai spesialis pemasok bahan tanaman bonsai.

“Semua berubah ketika ternyata berburu Serut semakin sulit dan langka. Maka sejak dua tahun terakhir saya memilih menyediakan bahan bonsai. Lebih khusus lagi tanaman jenis Serut ini,” tuturnya kepada Wiradesa saat ditemui di kebunnya di Desa Mendak, Delanggu, Sabtu 6 Maret 2021. Bagyo, demikian sapaannya, saat ini menyatakan jenis tanaman yang diunggulkan adalah Beringin Dolar dan Serut.

Menurutnya saat ini banyak penghobi yang inden atau antre untuk mendapatkan serut. “Ini stok yang ada ini sebenarnya sudah pesanan semua, saya hanya memastikan bahwa tanaman ini bisa hidup layak untuk dibonsai, setelah itu berikan untuk diambil pemesan,” ungkapnya sambil menunjukkan berbagai tanaman di kebunnya. Ketika di tanya soal harga, dia hanya tersenyum sambil menyatakan standar harganya tidak ada, karena selain langka juga termasuk sebuah karya seni.

Baca Juga:  Hijaukan Pekarangan Rumah Tanam Sayuran

Bagyo mengaku pesanan-pesanan terutama Serut ini sudah banyak dan dirinya merasa kewalahan. Tetapi hal itu tidak lantas membuatnya sembarangan. “Saya tidak bisa melepas bahan bonsai yang belum atau tidak betul-betul hidup dan siap di bonsai. Dan, saya tidak mau memberikan bahan sembarangan yang tidak memiliki karakter,” tutur ayah dari dua orang putri ini. Maka tidaklah heran jika pria murah senyum ini dijuluki sang pemburu Serut. (HB. Budiyanto)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *