Panti Asuhan Yatim Putra An-Nur Panen Sayur

  • Bagikan
Studio Tani Panti Asuhan Yatim Putra An-Nur Bantul. (Foto: Wiradesa)

BANTUL – Panti Asuhan Yatim Putra An-Nur Bantul panen sayur-sayuran. Hasil dari budidaya sayur mayur di Studio Tani Studio Tani (Agro Edu Sosio Religi) tersebut untuk memenuhi kebutuhan makan para anak panti yang berjumlah sekitar 30 anak.

Studio Tani yang didirikan di area panti yang beralamat di Bantul Karang, Ringinharjo, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, ini dikonsep untuk usaha pertanian, pendidikan, sosial, dan keagamaan. Usaha pertanian, antara lain budidaya sayur-sayuran, pembesaran ikan (nila dan lele), serta ternak ayam dan kambing.

Pada Jumat 14 April 2023, sejumlah anak panti memanen sayur-sayuran, antara lain kangkung, sawi, dan salad. Hasil panen tersebut langsung diolah untuk memenuhi kebutuhan makan para penghuni panti.

“Proses penanaman, pemeliharaan, dan pemanenan sayur-sayuran, selalu melibatkan para anak panti. Sehingga mereka bisa belajar langsung budidaya sayur-sayuran yang dibutuhkan,” ujar Ragil Sanjaya, penghuni panti yang dianggap senior di Panti Asuhan Yatim Putra An-Nur.

Selain sayur-sayuran, para anak panti asuhan, juga dididik untuk memelihara ikan nila dan lele, serta ternak ayam dan kambing. Diharapkan setelah keluar dari panti, mereka memiliki kemampuan untuk budidaya ikan dan beternak kambing untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya.

Anak-anak panti panen sayur, Jumat (14/4/2023). (Foto: Wiradesa)

Untuk berusaha di bidang pertanian terpadu, Panti Asuhan Yatim Putra An-Nur mendatangkan konseptor Studio Tani untuk mendampingi para anak panti. “Kami menanamkan mindset atau pola pikir anak-anak panti, agar mau menanam apa yang dimakan dan memakan apa yang ditanam,” tegas Wiyono, pendiri Studio Tani di Tambakrejo, Semanu, Gunungkidul.

Wiyono selain membimbing langsung bagaimana menanam sayuran dan budidaya ikan serta memelihara hewan ternak, juga membuatkan media untuk praktik lapangan. Dia tidak hanya ngomong, tetapi juga melakukan. “Ayo nandur opo sing dipangan. Ayo mangan opo sing ditandur (Mari menanam apa yang dimakan. Mari makan apa yang ditanam)”. (*)

Baca Juga:  Toboh Sediakan Sarapan Khas Padang Hanya Empat Ribu Rupiah
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *