Kelompok Tani Loh Jinawi Panen Kangkung Tiap 20 Hari Sekali

  • Bagikan
Panen sayur kangkung segar-segar (Foto: Mandiripangan.com)

KEBUMEN – Dalam upaya mendukung terlaksananya Program Tani Mulyo sebagai salah satu program kerja 100 hari bupati Kebumen terpilih H Arif Sugiyanto, Kelurahan Panjatan Kecamatan Karanganyar Kabupaten Kebumen menerima bantuan dana sebesar Rp 50 juta. Anggaran tersebut kemudian digunakan untuk operasional program P2L (Pekarangan Pangan Lestari) oleh Kelompok Tani Loh Jinawi.

Program P2L di Kelurahan Panjatan tersebut mulai dilaksanakan sejak Mei 2021 dengan mengelola pekarangan seluas 30 ubin milik salah seorang warga. Area pekarangan tersebut diubah menjadi demplot dengan memanfaatkan bahan-bahan yang mudah dalam pembuatan dan perawatan. Tentang cara pemnyiapan demplot, dijelaskan Kepala Kelurahan Panjatan Mulud SIP

“Kami bikin yang mudah saja, itu asbes dibeli lembaran, terus dipotong memanjang setinggi 20 cm untuk pagar keliling, kemudian dalamnya diisi dengan media tanam, campuran merang padi dan pupuk kandang,” jelasnya, Sabtu, 31 Agustus 2021.

Penggunaan media tanam tersebut sekaligus memangkas biaya pemupukan karena selama pemeliharaan tanaman tidak perlu lagi ditambahkan pupuk kimia. Perawatan yang diperlukan hanya penyiraman secara rutin pagi dan sore serta penyemprotan pestisida setiap sepuluh hari sekali untuk mencegah serangan hama.

Diterangkan lebih lanjut oleh Hevi Widyastuti, ketua TP PKK Kelurahan Panjatan, ada bermacam tanaman sayuran yang di tanam di area tersebut, dia antaranya kangkung, cabai, tomat, pare, sawi, selada, bayam jerman, terong dan stroberi.

“Awalnya menanam cabai, ada 354 batang pohon yang kami tanam, tapi sekarang sudah berkurang soalnya yang di polybag ada yang dibeli warga. Terus di pinggir-pinggir itu ada pare, bayam jerman, tomat, di depan itu ada stroberi. Kangkung di demplot depan ini, terus yang dua demplot itu untuk tanam selada,” jelasnya.

Baca Juga:  Jahe Merah Hasil Mewah

Setelah berjalan sekitar empat puluh hari, P2L Kelurahan Panjatan sudah sekali panen selada dan dua kali panen kangkung. Pemasaran selada di tawarkan ke rumah makan terdekat sedang untuk kangkung pemasarannya cukup mudah karena warga yang membutuhkan datang sendiri ke pekarangan. Menurut penjelasan Ati Nurani, wakil ketua TP PKK Kelurahan Panjatan, secara ekonomi kegiatan berkebun selada dan kangkung tersebut cukup menjanjikan, sementara untuk cabai dan yang lain belum terlihat karena belum mengalami masa panen.

“Kalau selada bahkan kekurangan karena dari rumah makan minta nyetok dua hari sekali, padahal hasil panen kan baru sedikit, belum sanggup lah. Kangkung yang bagus, tiap dua puluh hari sekali bisa panen. Dijual Rp 5 ribu per 8 ons. Waktu panen pertama dapat sekitar 30 kg untuk satu demplot,” jelas Ati.

Perawatan yang mudah dengan pemanfaatan media tanam yang murah ternyata dapat memberi hasil yang baik jika tepat dalam memilih jenis sayuran yang ditanam. Selain itu, diperlukan kerja sama dengan konsumen langsung ataupun rumah makan untuk mendukung kelancaran pemasaran panen sayuran. (Endah Tri Rachmani)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *