Tiga Kondisi Lahan yang Ideal untuk Tanaman Porang

  • Bagikan
Tanaman porang (Foto: Istimewa)

YOGYAKARTA – Umbi porang kini banyak dibutuhkan oleh sejumlah industri obat, kosmetik, dan makanan. Maka tidak mengherankan jika beberapa bulan terakhir ini banyak petani berbagai daerah di Indonesia yang menanam porang untuk meningkatkan pendapatannya.

Setidaknya ada tiga kondisi lahan yang ideal untuk ditanami porang, yakni terkait dengan keasaman, kelembaban, dan pengairan lahan. Lahan yang ideal untuk porang tingkat keasamannya antara 6 sampai 7.

Sedangkan lahan cenderung kering dan tidak lembab. Jika lahan berair, sebaiknya dibuat bedeng. Selanjutnya pengairannya terkontrol. Jangan sampai kering sekali atau terlalu banyak air. “Kalau terlalu banyak air, nanti umbinya busuk,” ujar Pak Hartono, petani porang di wilayah Bantul, Sabtu 19 Februari 2022.

Jika ingin menanam porang, Pak Hartono menyarankan agar memperhatikan siklus alam. Penanaman sebaiknya dilakukan di awal musim kemarau. Fasenya, awal tumbuh atau vegetatif awal kemudian vegetatif akhir. Pada fase akhir akan ada produksi bubil atau pembesaran umbi.

Tanaman porang (Amorphopallus Muelleri Blune) berbeda dengan iles-iles putih (Amorphopallus SPP), suwek (A. Campanulatus), maupun walur (A. Variabillis). Jika porang, umbinya berwarna kekuning-kuningan atau oranye. Kemudian iles-iles umbinya putih, suwek umbinya kuning, dan walur umbinya berwarna putih.

Porang tanpa naungan pohonnya cenderung pendek. Pengisian umbi relatif lebih cepat. Faktor penentunya, yakni kesuburan tanah dan kecukupan nutrisi. Makanya penanam porang perlu memperhatikan soal pemupukan dan pemberian nutrisi.

Pemanfaatan umbi porang

Umbi porang hasil dari petani, dibuat cips atau diiris-iris dengan ketebalan 2 sampai 3 mm. Kemudian dijemur atau di-oven. Jika di-oven tingkat kekeringannya merata. Cips porang merupakan komoditi ekspor. Selanjutnya proses penepungan oleh pabrik. Biasanya dibuat oleh pabrik di luar negeri.

Baca Juga:  Batang dan Daun Porang Tumbuh di Musim Penghujan

Tepung porang merupakan bahan pangan alternatif pada industri roti, jelly, mie, kue, dan tepung komposit. Tepung porang jika dimurnikan kadar glukomanan, dengan diekstrak, akan menjadi glukomanan murni.

Glukomanan murni merupakan bahan aktif bagi industri obat tradisional, industri kosmetik, dan industry functional food. Saat ini Indonesia justru mengimpor glukomanan. Sayang, cips porang dari Indonesia (petani), setelah diolah di luar negeri justru balik ke Indonesia jadi komoditi impor (glukomanan murni). Kenapa tidak diolah di Indonesia?. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *