Tiga Kecamatan di Bantul Disiapkan Sebagai Lumbung Pangan

  • Bagikan
Tanaman bawang merah di Srigading (Foto: Wiradesa)

BANTUL – Tiga kecamatan (kapanewon) di Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ditetapkan sebagai lumbung pangan atau food estate. Diharapkan ketiga kawasan ini, tidak hanya berkembang sebagai tempat penghasil pangan, tetapi juga bertumbuh industri dan pariwisatanya.

Ketiga kawasan yang disiapkan sebagai lumbung pangan, yakni di Kecamatan Sanden, Kretek, dan Imogiri. Area di Kapanewon Sanden disiapkan untuk komoditas bawang merah dan benih cabai. Sedangkan Kretek untuk komoditas bawang merah, benih cabai, dan benih bawang merah. Wilayah Imogiri untuk komoditas bawang merah dan bawang bombai.

Bupati Bantul Abdul Halim Muslim telah menandatangani perjanjian kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Bantul dan Kementerian Pertanian. Program food estate merupakan upaya pemerintah untuk merealisasikan ketahanan pangan nasional. Program ini memadukan bidang pertanian, perkebunan, dan peternakan.

Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pertanian akan terus berusaha untuk mengembangkan agroindustri hortikultura berdaya saing dan berkelanjutan. Membangun kemitraan dengan pasar. Meningkatkan kapasitas kelembagaan ekonomi petani. Meningkatkan produktivitas hortikultura. Juga menyediakan benih bermutu unggul.

Bupati Bantul berharap yang berkembang tidak hanya di bidang pertanian, tetapi juga industri dan pariwisata. Karena tiga sektor itu penyumbang terbesar pada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Bantul. “Kami siap mengupayakan agar kawasan di Bantul menjadi lumbung pangan, industri tumbuh, dan pariwisata berkembang,” ujar Abdul Halim Muslih, Senin 27 Desember 2021.

Desa Selopamioro, Kapanewon Imogiri, merupakan salah satu area yang disiapkan sebagai lumbung pangan, kini juga giat mengembangkan pariwisata. Bukit Dermo di Dusun Nawungan dikembangkan menjadi obyek wisata andalan di wilayah Bantul. Masterplan Bukit Dermo telah dianggarkan dengan dana sebesar Rp 42 miliar.

Kemudian di Kawasan Dusun Srunggo II dibudidayakan jambu kristal. Nantinya wisatawan setelah menikmati keindahan Bukit Dermo, juga bisa memetik sendiri dan menikmati nikmatnya jambu kristal. Sehingga selain sektor pertanian produknya melimpah, industri tumbuh, pariwisatanya juga berkembang dan akhirnya masyarakat menjadi sejahtera. (*)

Baca Juga:  Perguruan Tinggi Wajib Ikut Serta Menyelesaikan Persoalan Ketahanan Pangan
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *