Petani Penawangan Mulai Panen Durian

  • Bagikan
Ridwan Susanto, mengantar durian (Foto: Wiradesa)

BANJARNEGARA – Petani Desa Penawangan, Madukara, tengah menikmati masa awal panen durian. Masa panen durian dimulai akhir Agustus dan diperkirakan berlangsung hingga Desember memasuki pergantian tahun.

Ridwan Susanto, warga Penawangan RT 02 RW 01 menuturkan, durian yang dipanen merupakan durian varietas lokal. “Karakter buah punya ketebalan sedang, rasa manis legit. Tapi ada juga yang manis agak pahit. Masih seperti durian biasa pada umumnya belum masuk kategori istimewa,” kata Ridwan Susanto Selasa 26 Oktober 2021.

Meski masih seperti durian kebanyakan, panen buah durian di Penawangan tetap dinanti-nanti baik oleh petani maupun para penggemar buah durian. Seperti diungkapkan Ridwan yang memiliki 10 pohon durian namun hanya 4 pohon yang berbuah sampai hari ini. “Hampir semua warga Penawangan punya pohon durian di pekarangan atau kebun mereka. Usia pohon rata-rata di atas 10 tahun dengan ketinggian pohon berkisar 10 meter. Penanaman dulunya ada yang dari biji, ada juga yang dari stek. Untuk panen kali ini produktivitas buah agak berkurang,” tuturnya.

Durian rasa manis legit (Foto: Wiradesa)

Soal pemasaran, tak sulit bagi petani yang punya peternakan domba serta kebun salak itu dalam memasarkan durian hasil kebun. Sebutir durian dijual pada kisaran harga Rp 25-100 ribu. “Pemasaran lewat jalur online Facebook atau Whatsapp. Tidak buka lapak khusus. Pesanan durian nanti bisa diantar atau diambil,” tukasnya.

Dari akhir Agustus sampai penghujung Oktober, Ridwan mengaku telah memasarkan sekitar 1000 durian. Dari 1000 durian yang laku, menurutnya, termasuk durian panenan para tetangga yang dia jualkan dan ia akan mendapat komisi atas buah durian yang berhasil terjual. (Sukron)

Baca Juga:  Menanam Sayuran dan Buah-buahan dengan Hemat Air dan Pupuk
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *