Kutu Kebul Serang Tanaman Cabe Kerinting di Bantul

  • Bagikan
Yoga, petani cabe di Bantul, saat menyemprot tanaman cabenya dengan pestisida, Rabu (14/6/2023). (Foto: Wiradesa)

BANTUL – Hama kutu kebul saat ini menyerang tanaman cabe keriting di wilayah Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kutu yang bisa mematikan tanaman cabe ini berjenis serangga dan mengeluarkan serbuk putih.

Untuk mengatasi serangan hama kutu kebul, umumnya para petani menyemprotkan pestisida ke tanaman cabe. “Kami menggunakan campuran Avidor dan Abacel. Kadang juga menggunakan Antracol,” jelas Yoga, petani di Kalurahan Baturetno, saat ditemui Wiradesa.co, Rabu 14 Juni 2023.

Tanaman cabe keriting yang ditanam Yoga, sudah berumur 20 hari. Namun terserang hama kutu kebul. Serangga yang jika dipegang kemebul atau mengeluarkan serbuk putih itu berasal dari tanaman melon di sebelahnya yang habis dipanen.

Sebaiknya, menurut petani asal Wonosobo, Jawa Tengah ini, menanam cabe itu tidak bersebelahan dengan tanaman melon. Karena masa tanam dan panennya beda. Jika bersebelahan, maka resikonya tanaman cabenya banyak yang rusak. Bahkan tidak sedikit yang gagal panen.

Biasanya, sehabis panen, tanaman melon itu banyak kutu kebulnya. Saat tanaman melon mau dibabat, untuk dibersihkan, kutu kebulnya terbang dan hinggap ke tanaman cabe di sebelahnya. Kutu kebul memakan daun dan menyebabkan tanaman cabe layu. Jika tidak disemprot dengan obat hama, maka tanaman cabe akan mati.

Kalau tidak diserang hama, sebenarnya menanam cabe itu cukup menguntungkan. Masa panen cabe 70 hari. Artinya dari tanam sampai panen memerlukan waktu dua bulan lebih 10 hari. Sedangkan waktu panennya bisa 25 kali.

“Jika lahannya subur, panennya bisa 25 kali atau setiap tiga hari sekali,” ujar Yoga, yang sudah bertahun-tahun menekuni tanaman cabe. Dia menjadi petani cabe itu sudah lama. Sejak masih tinggal di Wonosobo.

Baca Juga:  Mbah Giyem, Buruh Tani di Rumah Beternak Sapi

Keahlian menanam cabe itu dilanjutkan saat Yoga bersama istrinya tinggal di Bantul. Profesi sebagai petani sudah dijalani sejak kecil. Apapun situasi dan kondisinya, dia tetap akan menjadi petani. Bertani adalah hidupnya.

Soal harga cabe, Yoga mengaku harga cabe di pasaran sering berubah-ubah. Bahkan dalam hitungan jam saja, harga bisa berubah. Petani tidak bisa mengontrol, sehingga hanya pasrah dengan pasar. “Petani itu yang penting tanaman cabenya bagus,” tegas Yoga. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *