Penyiraman Tanaman Hortikultura dengan Sistem Digital: Bisa Dilaksanakan Kapan dan Dimana Saja

  • Bagikan
Tanaman timun dengan penyiraman semi otomatis di Studio Tani Guunungkidul, Rabu (29/3/2023). (Foto: Wiradesa)

YOGYAKARTA – Studio Tani Gunungkidul bersama Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) sedang merancang cara penyiraman tanaman hortikultura memakai teknologi digital. Hanya dengan memakai HP android, nantinya para petani bisa menyiram tanamannya kapan saja dan dimana saja mereka berada.

Kini Studio Tani yang beralamat di Tambakrejo, Semanu, Gunungkidul, telah malaksanakan model penyiraman tanaman hortikultura dengan cara semi otomatis. Tinggal klik tombol listrik, air akan mengalir ke pipa dan menyirami lahan tanaman tomat, cabe, timun, wortel, brokoli, bayam, dan lainnya. Hanya memerlukan waktu 5 sampai 10 menit, penyiraman di lahan tanaman yang luas bisa selesai.

Namun cara yang dilaksanakan di Studio Tani tersebut akan dikembangkan dengan teknologi digital oleh UMY. Kebetulan di UMY terdapat Program Studi Teknik Elektro. Bahkan perguruan tinggi ini tidak hanya merancang aplikasi penyiramannya, tetapi juga energi yang digunakan. Jika di Studio Tani menggunakan energi listrik, maka penyiraman otomatis yang dirancang UMY nantinya akan memanfaatkan energi matahari. Menggunakan panel surya.

Sistem penyiraman otomatis yang dikendalikan dari handphone pasti menarik minat kaum milenial untuk terjun di bidang pertanian. Inovasi digital di bidang pertanian, akan memikat generasi muda atau kaum milenial tertarik bekerja di sawah atau menjadi petani. Selama ini bidang pertanian, terkesan tradisional, kuno, dan tidak keren. Maka dengan sentuhan teknologi digital, akan membuat bidang pertanian dan profesi petani menjadi keren.

Pendiri Studio Tani Gunungkidul, Wiyono, berharap perguruan tinggi melakukan terobosan, menciptakan inovasi dengan teknologi digital untuk mengelola lahan pertanian atau usaha pertanian terpadu. “Karena jika tidak ada sentuhan teknologi digital, maka akan kecil minat kaum muda atau kalangan milenial untuk terjun di bidang pertanian,” ujar Wiyono, Rabu 29 Maret 2023.

Baca Juga:  Memanfaatkan Bekas Kemasan Air Mineral untuk Menanam Sayuran

Wiyono mengemukakan belum lama ini dihubungi Yessi Jusman, salah satu dosen Teknik Elektro UMY. Akademisi ini tertarik untuk menciptakan aplikasi penyiraman yang bisa dioperasionalkan melalui Android. “Tentu saja, kami mendukung dan berharap inovasi digital di bidang pertanian itu segera terealisasi,” tegasnya.

Yessi Jusman, dosen pembimbing KKN UMY, ingin menjadikan pendiri Studio Tani Wiyono sebagai mitra. “Saya jadikan bapak mitra. Nanti kita coba kembangkan bagian ke bidang kita, yaitu teknik elektro, misal penyiraman tanam otomatis or sejenisnya,” tulis Yessi Jusman pada chatingannya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *