BI DIY Dukung Pengembangan Budidaya Bawang Merah ‘Glowing’

  • Bagikan
Penanaman perdana bawang merah di lahan Demfarm perbenihan bawang merah ramah lingkungan (Foto: Wiradesa)

BANTUL – Produksi bawang merah di DIY dalam 3 tahun terakhir terus mengalami peningkatan. Data dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY menyebutkan, pada Tahun 2020 produksi bawang merah DIY mencapai 191.468 kuintal, meningkat dibandingkan pada 2019 sebesar 169.985 kuintal dan 2018 sebesar 149.497 kuintal.

Hingga saat ini, produksi bawang merah tersebut masih ditopang dari 2 kabupaten yaitu Bantul dan Kulonprogo. Pada 2020, bawang merah dari Kabupaten Bantul berkontribusi sebesar 49,6% dari total produksi bawang merah di DIY. Data tersebut menunjukkan, Kabupaten Bantul merupakan sentra produksi bawang merah potensial di DIY.

Pertanian bawang merah Bantul terpusat di 2 kecamatan yaitu Kecamatan Kretek dan Imogiri. Salah satu kawasan prospektif di Kecamatan Imogiri untuk pengembangan bawang merah ada di Padukuhan Nawungan. Kawasan ini mempunyai potensi pertanian bawang merah yang dikembangkan secara ramah lingkungan dengan total luas tanam 120 hektar sekaligus potensi pariwisata yang dikelola sedemikan rupa sehingga memiliki daya tarik wisata yang berwawasan lingkungan dengan mengutamakan aspek konservasi alam, aspek pemberdayaan sosial budaya ekonomi masyarakat lokal serta aspek pembelajaran dan pendidikan. Agro ekowisata ini merupakan penggabungan empat fungsi (produksi, edukasi, wisata, dan konservasi agro).

Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY Miyono menuturkan, dalam upaya pengendalian inflasi dari sisi suplai bawang merah, Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY melaksanakan Program Pengembangan Klaster Bawang Merah di Padukuhan Nawungan, Selopamioro, Imogiri, Bantul, DIY. Program ini akan dilaksanakan secara multiyears dimulai pada tahun 2021 – 2023, bekerjasama dengan Instansi terkait diantaranya; Dinas Pertanian dan Pangan DIY, Dinas Pertanian Bantul, UPTD Balai Proteksi Tanaman Pertanian, UPTD BP3MBTP DIY, BTPD DIY.

Baca Juga:  Godong Wahung, Tanaman Liar Kaya Manfaat

Petani bawang merah di Nawungan sudah familiar dengan model budidaya ramah lingkungan. Maka tidak heran bawang merah yang dihasilkan petani Nawungan memiliki keunggulan dari sisi ukuran umbi lebih besar, warna lebih merah dan aroma lebih tajam yang kemudian dipopulerkan dengan bawang merah Glowing (Gede, Lebih Organik, Berwawasan Lingkungan).

Satu hal yang masih menjadi kendala petani bawang merah di Nawungan, yaitu Kemandirian Benih. Selama ini, penyediaan benih masih tergantung dari luar daerah, sehingga biaya produksinya cukup mahal. Dengan total luasan tanam 120hektar pada musim tanam raya, dan kebutuhan benih 1ton/ha maka setidaknya dibutuhkan 120ton benih bawang merah. Jika dirupiahkan harga benih 40rb/kg maka biaya yang dibutuhkan untuk satu kali masa tanam sebesar Rp 4,8miliar.

Dalam rangka menuju kemandirian benih bawang merah, Nawungan, Bank Indonesia DIY telah menyusun Roadmap Klaster Bawang Merah, dimana di 2021 ini akan fokus pada upaya menuju Nawungan Mandiri Benih melalui beberapa kegiatan diantaranya; Sekolah lapang perbenihan bawang merah, demonstration farm (Demfarm) perbenihan bawang merah ramah lingkungan seluas 1 hektar, intervensi teknologi Digital Farming pada hulu-hilir dan dukungan sarana prasarana gudang benih melalui Program Sosial Bank Indonesia (PSBI).

Pada Selasa 6 April 2021 Deputi Kepala Perwakilan Miyono bersama-sama dengan Kepala BP3MBPT DIY, Kepala DPPKP Bantul, Kapanewu Imogiri dan Lurah Selopamioro melakukan penanaman perdana bawang merah di lahan Demfarm perbenihan bawang merah ramah lingkungan sebagai tanda dimulainya Program Pengembangan Klaster Bawang Merah Bank Indonesia 2021.

“Melalui kegiatan-kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan memajukan pertanian bawang merah sehingga dapat mendukung pengendalian inflasi di DIY,” kata Miyono. (Sukron)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *