Berkebun Pepaya California: 1000 Pohon Potensi Untung 12 Juta Perbulan

  • Bagikan

MAGELANG – Berkebun pepaya California bagi Zainuddin punya prospek sangat bagus. Harganya stabil dan permintaan pasar cukup tinggi. Untuk beberapa tahun ke depan, banyak lahan yang sebenarnya dapat dimanfaatkan untuk berkebun pepaya yang hanya memiliki tinggi sekitar 2 meter itu.

Zainuddin menyadari, khususnya di Dusun Wonorejo Utara, Desa Banyuwangi, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang, banyak tanah terbengkalai. Masyarakat banyak yang bekerja di pabrik luar daerah Magelang. Banyak juga yang menjadi buruh bangunan.

“Pemuda pun tidak menyentuh lahan pertanian. Dan petani di sini jika bercocok tanam hanya sebagai simpanan bukan untuk usaha,” ujar pemuda yang akrab disapa Zai, Kamis (21/1/2021).

Zainuddin sejak Februari 2020 berkebun Pepaya California di Dusun Wonorejo Utara, Desa Banyuwangi. (Foto: Ilyasi/Wiradesa)

Sebelumnya, untuk menghidupkan sebagian tanah yang terbengkalai, Zai menanam cabe dan sayuran. Kemudian mulai berkebun pepaya California sejak bulan Februari 2020. Selain mudah tumbuh, pepaya umurnya panjang. Sekali tanam, maka bisa menuai hasil selama kurang lebih 3 tahun.

Merawatnya juga tidak sulit. Setiap sebulan sekali hanya perlu dibersihkan rumput liar yang tumbuh di sekelilingnya. Kemudian diberi pupuk secukupnya.

Zai, sebenarnya pemuda asal Sumenep. Menjadi warga Magelang setelah menikahi seorang perempuan Wonorejo Utara, Desa Banyuwangi. Dia juga tercatat sebagai mahasiswa aktif Program Magister Ekonomi Syariah FEBI UIN SUKA Yogyakarta.

Sejak bulan Februari 2020, Zai berkebun pepaya California. Awalnya menanam 200 bibit pohon dalam satu kawasan. Namun, saat ini punya 1500 pohon pepaya California dalam 6 kawasan.

Sebagian tanah milik keluarga istrinya, sebagian hasil sewa, sebagian lagi tanah bengkok dengan sistem bagi hasil. “Sistem yang digunakan 65% untuk saya sebagai penggarap dan 35% untuk yang punya lahan,” tutur Zai.

Dari 6 kawasan itu, luasnya kurang lebih satu hektar setengah. Dalam 1 hektar bisa ditanami sebanyak 1000 bibit. Jarak antar pohon idealnya 2 meter.

Baca Juga:  Warga Kota Yogya Antusias Bertani

Untuk menekan modal, Zai membuat bibit sendiri. Jika bibitnya beli, maka harganya di kisaran Rp500 per biji. Jika beli bibit yang siap tanam, harganya mencapai Rp1000 per pohonnya.

“Pertama kali memang beli bibitnya, karena kehitung mahal, jadi bikin sendiri. Beli pepaya yang bagus, kemudian dikeringkan bijinya,” katanya. Dia mengakui bahwa pembibitan itu dipelajarinya dari artikel-artikel yang dipublikasikan beberapa perguruan tinggi. Kemudian juga belajar dari Youtube.

Buah Pepaya California siap dipasarkan (Foto: Ilyasi/Wiradesa)

Panen pertama dari baru tanam sekitar 6 bulan. Seminggu bisa panen 2 kali. “Per tiga hari harus dipanen,” tuturnya. Dari 200 pohon, per 3 hari sekali mendapatkan kurang lebih 1 kuintal.

Harga per kilonya Rp2000 hingga Rp3000. Jika punya 1000 pohon saja, maka penghasilan minimal 12 juta perbulan. “Angka itu sangat masuk akal. Modal dan tenaga tidak terkuras habis, tetapi keuntungan kita cukup besar,” kata Zainuddin.

Banyak pembeli yang datang sendiri ke tempat Zainuddin di Wonorejo Utara, Desa Banyuwangi. Di samping itu, dia menjangkau pembeli lewat media sosial seperti WA, Facebook, dan Instagram. Artinya, prospek berkebun pepaya California sangat bagus. Diperkirakan ke depan permintaan pasar akan terus semakin tinggi. (Ilyasi)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *