Warga Desa Tambakagung Pulihkan Ekonomi Keluarga dengan Tempe, Tahu, dan Telor

  • Bagikan

KEBUMEN – Pandemi Covid-19 tidak mengurangi warga Desa Tambakagung, Kecamatan Klirong, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, berusaha untuk memulihkan ekonomi keluarga. Masyarakat didukung aparat desa, antusias memulai usaha industri tempe, tahu, dan telor asin. Sebagian warga, juga ternak sapi dan memanfaatkan lahan pekarangan.

Luas wilayah sekitar 170,870 hektar membentang di Desa Tambakagung. Desa yang terletak di Kecamatan Klirong, Kabupaten Kebumen memiliki jumlah penduduk yang cukup padat.

Sebagian besar masyarakat bekerja sebagai petani, pedagang kecil dan eceran. “Masyarakat juga telaten untuk wirausaha,’’ kata Adela Sulistiana Kepala Desa Tambakagung, Selasa (26/01/2021).

Masyarakat memulai usaha kecil-kecilan seperti industri tempe, tahu, telor asin. Selain itu, ada juga ternak sapi dan bebek sebagai upaya pemanfaatan lahan yang baik.

Kegiatan wirausaha yang dilakukan masyarakat sesuai dengan harapan kepala desa. Menurut Adela Sulistiana atau biasa disapa Sulis, kepala desa berharap semangat gotong royong tetap terjaga.

Selain itu, pembangunan yang adil dan merata juga dapat berjalan. Oleh sebab itu, kondisi ini dapat memulihkan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan lahan yang baik.

Pemulihan ekonomi masyarakat sudah mulai berjalan. Akhir tahun 2020, pemerintah desa mengadakan studi lapangan ke peternakan sapi di Yogyakarta dan Purworejo. Peternakan sapi di Yogyakarta bernama Bengkel Sapi Kaliurang, sedangkan di Purworejo bernama Ngombol. Kegiatan ini diikuti oleh BUMDes dan KTT-Lembu Agung pada 19 Desember 2020. Setelah ini diharapkan dapat menambah semangat masyarakat untuk mulai beternak sapi.

Foto: Wiradesa

Data demografi Desa Tambakagung terdiri atas 3 dukuh. Dukuh tersebut, Karanggede, Tambakbaya dan Welaran. Sebagian besar dikelilingi oleh persawahan.

Menurut Miftahul Manan atau biasa disapa Manan, desa ini memiliki makna desa yang mempunyai tanggul yang besar. Desa Tambakagung termasuk desa swakarya madya. “Hal ini dilihat dari profil desa dan pengisian data Kemendagri yang dibuat masing-masing desa,” tutur Manan selaku kasi pemerintahan desa kepada wiradesa.co.

Baca Juga:  Ibu-ibu P2L Desa Wisata Adiluhur Ikuti Pelatihan Olah Telang

Adapun potensi seni budaya di Desa Tambakagung berupa rebana. Di desa ini sudah ada dua Kelompok Rebana yaitu Al-Kausar dan L-Firdaus. Anggotanya ibu-ibu di sekitar wilayah dukuh masing-masing.

Kemudian untuk olahraga ada germas dan voli. Germas ini diikuti ibu-ibu PKK, RT, RW. Kegiatannya dilakukan sebulan sekali. “Untuk voli biasanya dilakukan musiman,’’ imbuh Manan. Biasanya yang mengikuti anak-anak dan pemuda.

Beberapa prestasi yang pernah diraih desa. Pertama, juara dua tertib administrasi tingkat kabupaten pada tahun 2015. Kedua, juara harapan dua untuk perpustakaan tingkat provinsi tahun 2015. Prestasi yang diraih tersebut, semoga bisa menambah semangat berkarya masyarakatnya. Tetap menjaga semangat gotong royong dan kerukunan antar sesama warga. (Nur Anggraeni)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *