Kebun Bibit Sekartaji di Kampung Hijau Jatimulyo

  • Bagikan
Bu Lurah Sigih Ustianingsih di Kebun Bibit Sekartaji (Foto: Ono/Mandiripangan.com)

KEBUMEN – Tim Penggerak PKK Desa Jatimulyo, Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah (Jateng) membangun Kebun Bibit Sekartaji. Kebun bibit sayuran, buah-buahan, dan tanaman unggulan ini, selain mendukung program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) dengan slogan “Mana Kebunmu” juga  menghasilkan pendapatan bagi ibu-ibu rumah tangga.

Keberadaan Kebun Bibit Sekartaji memanfaatkan pekarangan warga. Pelaksanaan P2L “Mana Kebunmu” dimotori 30 anggota TP PKK Desa Jatimulyo. “Kami mewajibkan setiap anggota menanam sayuran atau tanaman pangan, minimal di 100 polibag,” ujar Sigih Ustianingsih, Ketua Tim Penggerak PKK Desa Jatimulyo, Sabtu (12/9/2020).

Aksi menanam oleh 30 perempuan penggerak PKK itu ternyata diikuti hampir semua warga di Desa Jatimulyo. Desa yang terkenal dengan lumbung padi ini memiliki 884 kepala keluarga. Setiap KK minimal memiliki 10 polibag. Sehingga paling sedikit ada 8.840 polibag dengan berbagai tanaman sayur dan buah di wilayah Desa Jatimulyo.

Jumlah ini masih ditambah dengan sekitar 3.000 polibag yang dimiliki 30 anggota penggerak PKK, Jadi totalnya ada 10.000 lebih polibag yang ada di Jatimulyo. “Sebelum terbangun Kebun Bibit Sekartaji, warga membeli bibit sayur dan buah dari tempat lain, yang ada di luar desa,” ungkap Sigih, istri Kades Jatimulyo Sabit Banani.

Untuk membeli 10.000 bibit diperlukan dana sekitar Rp 10.000.000. Agar dana sebesar itu tidak keluar dari Desa Jatimulyo, ibu-ibu penggerak PKK memiliki inisiatif membuat kebun bibit sendiri. Kebetulan ada warga bernama Sudirman yang mempersilahkan tanahnya untuk demplot dan persemaian bibit.

Atas kerja keras ibu-ibu penggerak PKK dan dukungan aparat desa, Kebun Bibit Sekartaji bisa direalisasikan pada 7 Agustus 2020. Bibit-bibit sayuran yang tersedia, antara lain tomat, kembang kol, terong, cabe, bawang merah, selada, pare, pokcay, seledri, dan kecipir. Sedangkan bibit-bibit buahnya, di antaranya mangga, jeruk, dan dua buah unggulan Jatimulyo, pisang, alpokat.

Baca Juga:  Pupuk Dasar Berpengaruh Besar Pada Kesuburan Tanaman Porang
Ibu-ibu sedang menanam bibit sayuran di Demplot Sekartaji (Foto: Ono/Mandiripangan.com)

Siang itu tampak sejumlah ibu-ibu penggerak PKK, seperti Bu Kamsiah, Bu Fatimah, Bu Sofi, dan Bu Sigih bersemangat menanam bibit sayuran di demplot Sekartaji. Mereka mengaku senang, karena dengan menanam sayur dan buah, bisa memenuhi kebutuhan keluarga dan menambah pendapatan rumah tangga. “Dulu kami hanya ibu rumah tangga, sekarang bisa menghasilkan pendapatan,” kata Bu Kamsiah.

Bibit-bibit sayur dan buah-buahan di Kebun Bibit Sekartaji selain untuk memenuhi kebutuhan warga Jatimulyo juga dijual ke luar desa. Saat wartawan wiradesa.co berkunjung ke kebun, ada warga dari luar desa yang membeli sejumlah bibit sayuran di Kebun Bibit Sekartaji.

Keberadaan Kebun Bibit Sekartaji semakin menghijaukan Desa Jatimulyo. Ketika masuk di desa ini ada yang beda dibandingkan dengan desa lain. Setiap rumah ada gapura melengkung terbuat dari bambu dan ada tanaman yang merambat ke gapura tersebut. “Gapura melengkung dari bambu ini menjadi ciri khas Desa Jatimulyo,” ujar Sabit Banani.

Supardi warga Jatimulyo sedang menyirami tanamannya (Foto: Ono/Mandiripangan.com)

Kebun Bibit Sekartaji semakin menguatkan sebutan Desa Jatimulyo sebagai Kampung Hijau. Nantinya Pak Lurah bersama warga juga berkeinginan membuat kebun pisang dan alpokat di pekarangan warga. Pisang dan alpokat selama ini menjadi buah unggulan dari Jatimulyo. Suatu saat nanti, Desa Jatimulyo menjadi Desa Wisata Mandiri Pangan. (Ono)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *