Godong Wahung, Tanaman Liar Kaya Manfaat

  • Bagikan
Godong wahung kaya manfaat (Foto: Wiradesa)

KEBUMEN – Tanaman yang tumbuh di sekitar kita, terkadang dianggap tanaman liar tetapi ternyata punya beberapa manfaat. Seperti halnya godong wahung. Tumbuhan liar ini mudah tumbuh di mana saja. “Bau khasnya yang begitu semerbak membuat wahung memiliki ciri khas tersendiri yakni segar bau khas godongnya,” kata Siti Robingah, warga RT 4 RW 2, Dukuh Karanggede, Desa Tambakagung, Kecamatan Klirong, Kebumen.

Tanaman wahung, tutur Siti, biasanya yang sering dimanfaatkan ialah bagian daun. Oleh sebab itu, orang-orang biasanya menyebutnya godong wahung. Tumbuhan ini memiliki sebutan tersendiri di masing-masing wilayah seperti singkil dan buas-buas. Dalam bahasa latin Pemna Foetida Reinw, Prena Oblongata, Premna Corymbosa dan Premna Cordifolia. Wahung dapat tumbuh di mana saja.

“Jadi tidak perlu khawatir untuk mencoba membudidayakan wahung,” terang Siti kepada Wiradesa.co, Selasa, 7 Juni 2021.

Saat berkunjung ke rumahnya terlihat memang tanaman wahung tumbuh di depan halaman rumah. “Awalnya dulu dari bibit yang kecil. Alhamdulillah, lama-kelamaan menjadi tumbuh besar. Bagian daun yang bisa dimasak yakni daun yang masih muda,” imbuhnya. Tak perlu rumit untuk merawatnya, cukup sediakan lahan. Berikutnya, ambil bibit wahung dan tanam langsung di lahan. Tunggulah wahung pasti akan tumbuh dengan sendirinya.

Adapun beberapa manfaat godong wahung antara lain menurunkan risiko terjadinya hipertensi. Selain itu, bisa juga untuk menjaga gula darah tetap stabil dan meningkatkan kesehatan kulit. Ditambahkan olehnya, bagi ibu hamil juga sangat bagus untuk memperbanyak ASI (Air Susu Ibu). Sedangkan untuk anak muda biasanya bisa untuk menghilangkan bau badan keringat yang tidak sedap.

Cara memasaknya cukup variatif, ada yang diolah menjadi sayur bening dan bisa juga diolah menjadi klubanan. Beberapa orang ada yang mengatakan terkadang daunnya itu rasanya pahit. Namun ada kiat memasak tersendiri. Ketika memasukkan sayurnya harus dalam keadaan air mendidih (umeb). Kemudian, barulah daunnya dimasukkan. Jangan ditinggal, tunggulah sampai satu kali umeban saja. Saat memasak daunnya jangan terlalu lama agar rasa daunnya tidak pahit. Alhasil, siaplah sayur bening wahung yang bisa menghilangkan bau badan tidak sedap. Bumbunya cukup bawang merah, bawang putih, garam, gula dan sedikit cabai antara 1 atau 2 saja supaya rasanya tidak terlalu pedas. “Sederhana tanpa bahan penyedap. Namun, enak dinikmati dan disukai banyak orang sebab kaya akan manfaat,” pungkasnya. (Nur Anggraeni)

Baca Juga:  Peserta Sekolah Jurnalisme Desa Belajar Berkarya dan Berbagi Jurnalisme Pangan
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *