JAKARTA – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) mengukuhkan Pokja Newsroom Jaga Desa untuk lima provinsi di Hall Dewan Pers, Jakarta, pada 27 Agustus. Pengukuhan ini mencakup kepengurusan untuk wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatera Selatan, dan Bengkulu, sebagai kelanjutan dari pembentukan yang sebelumnya dilakukan di Bali, Lampung, Banten, dan Kepulauan Riau.
Ketua Umum SMSI Pusat, Drs. Firdaus, M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan ini mengusung tiga agenda penting atau perjuangan trisula. Agenda tersebut meliputi peran SMSI sebagai duta bangsa untuk menunjukkan kondusivitas Indonesia, afirmasi keberpihakan terhadap pedesaan, serta manifestasi nyata menjaga keutuhan NKRI dengan desa sebagai entitas utama.
“Tempat ini, Hall Dewan Pers akan menjadi saksi, sekaligus monumen atas komitmen SMSI meneguhkan spirit kebangsaan. Lima provinsi yang Pokja Newsroom-nya kita kukuhkan bukan program kaleng-kaleng,” tegas Firdaus.
Ia menambahkan, pengukuhan yang diselenggarakan di tengah dinamika situasi nasional menjadi testimoni bahwa idealisme pers harus tetap dijaga. SMSI ingin memberikan pesan agar pers tetap berdiri profesional di tengah isu persoalan kebangsaan yang menjadi perhatian publik.
Sementara itu, Wakil Direktur Pemberdayaan Daerah SMSI Pusat, Drs. Jayanto Arus Adi, M.M., mengungkapkan bahwa pengukuhan di daerah-daerah lain akan segera menyusul setelah acara ini. Keputusan menggelar pengukuhan di tengah maraknya spekulasi informasi dinilai menjadi momentum pembelajaran berbangsa dan bernegara secara utuh.
Sejalan dengan hal tersebut, Prof. Dr. Harris Arthur Hedar, S.H., M.H., CREL., menegaskan komitmen SMSI untuk menjaga stabilitas nasional tanpa menghalangi hak warga negara dalam beraspirasi. Melalui pengukuhan ini, SMSI menyerukan seluruh pengurus dan anggota di daerah untuk tetap menyajikan informasi yang jernih dan berimbang. (*)






